BAB II
KAJIAN TEORI TENTANG EFEKTIFITAS METODE DEMONSTRASI
PADA PEMBELAJARAN BIDANG STUDI FIQIH DI MTS
A. Metode Pengajaran dan Macam-macamnya
1. Pengertian Metode Pengajaran
Metode berasal dari bahasa Yunani “Greek”, yakni “Metha”,
berarti melalui , dan “Hadas” artinya cara, jalan, alat atau gaya. Dengan
kata lain, metode artinya “jalan atau cara yang harus ditempuh untuk
mencapai tujuan tertentu”.1
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, susunan W.J.S.
Poerwadarminta, bahwa “metode adalah cara yang teratur dan berpikir
baik-baik untuk mencapai suatu maksud”.2 Sedangkan dalam Kamus
Bahasa Indonesia Kontemporer pengertian metode adalah “ cara kerja
yang sistematis untuk mempermudah sesuatu kegiatan dalam mencapai
maksudnya”.3 Dalam metodologi pengajaran agama Islam pengertian
metode adalah suatu cara “seni” dalam mengajar.4
____________________
1
H. Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Buna Aksara), 1987, h. 97.
2
W. J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka),
1986, h. 649.
3
Peter Salim, et-al, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Modern English),
1991, h. 1126.
4
Ramayulis, Metodologi Pengaaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulya), 2001, cet.
ke-3, h. 107
7 8
Sedangkan secara terminologi atau istilah, menurut Mulyanto
Sumardi, bahwa “metode adalah rencana menyeluruh yang berhubungan
dengan penyajian materi pelajaran secara teratur dan tidak saling
bertentangan dan didasarkan atas approach”.5 Selanjutnya H. Muzayyin
Arifin mengatakan bahwa “metode adalah salah satu alat atau cara untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.6
Dari beberapa pengertian tersebut di atas jelaslah bahwa metode
merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan, maka
diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Perumusan tujuan yang
sejelas-jelasnya merupakan persyaratan terpenting sebelum seorang guru
menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat.
Untuk mencapai hasil yang diharapkan, hendaknya guru dalam
menerapkan metode terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi yang
paling tepat untuk dapat diterapkannya suatu metode tertentu, agar dalam
situasi dan kondisi tersebut dapat tercapai hasil proses pembelajaran dan
membawa peserta didik ke arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Untuk itu dalam memilih metode yang baik guru harus memperhatikan
tujuh hal di bawah ini:
a. Sifat dari pelajaran.
b. Alat-alat yang tersedia.
c. Besar atau kecilnya kelas.
d. Tempat dan lingkungan.
e. Kesanggupan guru
f. Banyak atau sedikitnya materi
Tujuan mata pelajaran.7
g.
Pengertian pengajaran itu sendiri dapat ditinjau dari segi bahasa
dan istilah. Secara bahasa kata pengajaran adalah bentuk kata kejadian dari
____________________
5
Mulyanto Sumardi, Pengajaran Bahasa Asing, (Jakarta: Bulan Bintang), 1997, h. 12.
6
H. Muzayyin Arifin, Kapita Selekta Umum dan Agama, (Semarang: PT. CV. Toha
Putera), 1987, h. 90.
7
Roestiyah N.K., Didaktik Metodik, (Jakarta: Bina Aksara), 1989, cet. ke-3, h. 68.
9
dasar ajar dengan mendapat konfiks pen-an yang berarti “barang apa yang
dikatakan orang supaya diketahui dan dituruti”8 Menurut Ramayulis
pengajaran berasal dari kata “ajar” di tambah awalan “pe” dan akhiran
“an” sehingga menjadi kata “pengajaran” yang berarti proses penyajian
atau bahan pelajaran yang disajikan.9 Sedangkan menurut Hasan
Langgulung, bahwa pengajaran adalah pemindahan pengutahuan dari
seseorang yang mempunyai pengetahuan kepada orang lain yang belum
mengetahui.10
Dari pengertian di atas, terdapat unsur-unsur subtansial kegiatan
pengajaran yang meliputi:
1. “Pengajaran adalah upaya pemindahan pengetahuan
2. Pemindahan pengetahuan dilakukan oleh seseorang yang
mempunyai pengetahuan (pengajar) kepada orang lain yang
belum mengetahui (pelajar) melalui suatu proses belajar
mengajar”.11
Proses pengajaran yang dilakukan mengacu pada tiga aspek, yaitu
“penguasaan sejumlah pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu sesuai
dengan isi proses belajar mengajar tersebut”.12
Jadi pengajaran secara bahasa yaitu hal apa yang dikatakan orang
supaya diketahui. Sedangkan secara istilah para ahli pendidikan berbeda
pendapat dalam memberikan definisi tentang pengajaran. Ada yang
mengatakan bahwa pengertian antara pengajaran dan pendidikan itu sama,
____________________
8
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka),
1986, h. 649
9
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam,..., h. 108
10
Hasan Langgulung, Pendidikan dan Peradaban Islam, (Jakarta: Pustaka Al-Husna),
1983, h. 3.
11
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam,..., h. 72
12
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam,..., h. 73
10
dan ada pula yang mengatakan bahwa antara pengajaran dan pendidikan
itu berbeda.
Menurut H. B. Hamdani, bahwa pendidikan dalam arti umum
mencakup segala usaha dan perbuatan dari suatu generasi yang tua untuk
mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta
keterampilannya kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya
dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain,
pendidikan bertujuan agar menggunakan segala kemampuan yang ada
padanya, baik fisik, intelektual, emosional, maupun psikomotornya untuk
menghadapi tantangan hidup dan mengatasi kesulitan-kesulitan dan
hambatan-hambatan sepanjang perjalanan hidup.13
Dengan demikian pendidikan adalah sebagai bimbingan terhadap
perkembangan jasmani dan rohani anak menuju kedewasaan.
Selanjutnya Sidi Gazabla menjelaskan tentang perbedaan antara
pengajaran dan pendidikan. Adapun yang dimaksud dengan pengajaran
adalah cara mengajar, jalan mengajar yakni memberikan pelajaran berupa
pengetaahuan. Pengajaran yang diberikan secara sistematis dan metodis,
mengajar adalah membentuk menusia terpelajar. Sedangkan pendidikan
adalah menanamkan laku dan perbuatan terus menerus berulangkali terus
menerus sehingga menjadi kebutuhan.14
Walaupun Sidi Gazabla membedakan antara pengajaran dan
pendidikan, pada hakikatnya pengajaran mempunyai persamaan dengan
pendidikan, yakni pengajaran sesungguhnya juga menanamkan,
membentuk kebiasaan yaitu kebiasaan berfikir menurut cara tertentu. Dari
kebiasaan berfikir kemudian menjadi adat, adat membentuk sifat-sifat
tertentu dalam berfikir, sifat ini merupakan tabiat rohaniah, karena
merupakan sebagian dari kepribadian. Dilihat dari segi ini pengajaran
adalah juga pendidikan, tetapi tidak dapat dikatakan pendidikan adalah
pengajaran, sebab pendidikan lebih luas isinya dari pengajaran. Seperti
sapi dan hewan, sapi adalah hewan, tetapi hewan bukanlah sapi saja.
Berarti pengajaran adalah pendidikan, tetapi pendidikan bukan pengajaran
____________________
13
H.B. Hamdani, Filsafat Pendidikan ̧ (Yogyakarta: Kota Kembang), 1987, h. 8.
14
Sidi Gazabla, Pendidikan Umat Islam, (Jakarta: PT. Bharata), 1970, h. 18-20.
11
saja. Jadi objek pengajaran adalah pikiran sedangkan sasaran pendidikan
adalah perasaan.
Dari uraian tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa metode
pengajaran adalah suatu usaha atau cara yang dilakukan oleh guru
(pendidik) dalam menyampaikan mareri pelajaran kepada siswa yang
bertujuan agar murid dapat menerima dan menanggapi serta mencerna
pelajaran dengan mudah secara efektif dan efisien, sehingga apa yang
menjadi tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan baik.
2. Macam-macam Metode Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Agar psoses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan
mencapai sasaran, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan
adalah menentukan cara mengajarkan bahan pelajaran kepada siswa
dengan memperhatikan tingkat kelas, umur, dan lingkungannya tanpa
mengabaikan faktor-faktor lain.
Banyak metode yang digunakan dalam mengajar. Untuk memilih
metode-metode mana yang tepat digunakan dalam menyampaikan materi
pelajaran, terlebih dahulu penulis akan menyebutkan macam-macam
metode pengajaran.
Menurut Nana Sujana, “metode-metode yang digunakan dalam
pengajaran yaitu: Metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas
dan resitasi, kerja kelompok, demonstrasi dan eksperimen, sosio drama,
problem solving, sistem regu, latihan, karyawisata, survey masyarakat dan
simulasi”.15
Berdasarkan pendapat ahli pendidikan, maka sesuai dengan judul
penelitian, dalam hal ini penulis hanya akan menjelaskan lebih rinci
macam metode yakni metode demonstrasi; yang meliputi pengertian
metode demonstrasi, langkah-langkah metode demonstrasi, kebaikan dan
kelemahan metode demonstrasi serta cara mengatasi kelemahannya.
____________________
15
Nana Sujana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru
Algesindo), 1986, cet. ke-3. h. 77-89. 12
B. Metode Demonstrasi
1. Pengertian Metode Demonstrasi
Beberapa pengertian metode menurut para ahli, salah satunya
adalah menurut Muhibbin Syah dalam bukunya “Psikologi Pendidikan
dengan Pendekatan Baru”,adalah bahwa:“Metode secara harfiah berarti
‘cara’. Dalam pemakian yang umum, metode diartikan sebagai cara
melakukan sesuatu kegiatan atau cara-cara melakukan kegiatan dengan
menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis”.16
Dan menurut Muzayyin Arifin, “Pengertian metode adalah cara,
bukan langkah atau prosedur. Kata prosedur lebih bersifat teknis
administrative atau taksonomis. Seolah-olah mendidik atau mengajar
hanya diartikan cara mengandung implikasi mempengaruhi. Maka saling
ketergantungan antara pendidik dan anak didik di dalam proses
kebersamaan menuju kearah tujuan tertentu.17
Menurut W.J.S Poerwadarminta, “Metode adalah ‘cara’ yang telah
teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud”.18
Kesimpulan dari pengertian-pengertian di atas yaitu bahwa metode
secara umum adalah cara yang tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu
hal, seperti menyampaikan mata pelajaran.
Sedangkan pengertian metode demonstrasi menurut Muhibbin
Syah adalah “Metode mengajar dengan cara memperagakan barang,
kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung
maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan
pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan”.19
____________________
16
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 1995), h. 201
H. Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, ... , h. 100-101.
17
W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, ... , h. 649.
18
19
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru,..., h. 208.
13
Dalam kamus Inggris-Indonesia, demonstrasi yaitu
“mempertunjuk-kan atau mempertontonkan”. 20
“Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan
peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan
bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Dengan menggunakan
metode demonstrasi, guru atau murid memperlihatkan kepada seluruh
anggota kelas mengenai suatu proses, misalnya bagaimana cara sholat
yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW”.21
Menurut Aminuddin Rasyad, “Metode demonstrasi adalah cara
pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan
sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas”.22
Dari uraian dan definisi di atas, dapat dipahami bahwa metode
demonstrasi adalah dimana seorang guru memperagakan langsung suatu
hal yang kemudian diikuti oleh murid sehingga ilmu atau keterampilan
yang didemonstrasikan lebih bermakna dalam ingatan masing-masing
murid.
Semenjak zaman Nabi Muhammad SAW, bahkan semenjak awal
sejarah kehidupan manusia, penggunaan metode demonstrasi dalam
pendidikan sudah ada. Contohnya pada waktu itu Nabi, seorang pendidik
yang agung, banyak menggunakan metode demonstrasi perilaku
keseharian sebagai seorang muslim, maupun praktek ibadah seperti
mengajarkan cara sholat, wudhu dan lain-lain. Semua cara tersebut
dipraktekkan atau ditunjukkan oleh Nabi, lalu kemudian para umat
mengikutinya.
____________________
20
Jhon M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: PT.
Gramedia), 1984, h. 178.
21
Zakiah Darajat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara),
1995, h.296.
22
Aminuddin Rasyad, Metode Pembelajaran Pendidikan Agama, (Jakarta: Bumi aksara),
2002, h. 8.
14
2. Langkah-langkah Dalam Mengaplikasikan Metode Demonstrasi
Untuk melaksanakan metode demonstrasi yang baik atau efektif,
ada beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan oleh guru, yang
terdiri dari “perencanaan, uji coba dan pelaksanaan oleh guru lalu diikuti
oleh murid dan diakhiri dengan adanya evaluasi”.23
Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang
diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.
2) Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu
wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling
efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
3) Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan
mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan
demonstrasi tidak gagal.
4) Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan
jelas.
5) Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan
dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba
terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
6) Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu
untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan-
pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
7) Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan:
- Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
- Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap
siswa dapat melihat dengan jelas.
- Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan
seperlunya.
8) Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu
diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa
mencoba melakukan demonstrasi.24
Setelah perencanaan-perencanaan telah tersusun sebaiknya
diadakan uji coba terlebih dahulu agar penerapannya dapat dilaksanakan
dengan efektif dan tercapai tujuan belajar mengajar yang telah ditentukan
dengan mengadakan uji coba dapat diketahui kekurangan dan kesalahan
____________________
23
J.J Hasibuan dan Mujiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Rosdakarya),
1993, h. 31
24
J.J Hasibuan dan Mujiono, Proses Belajar Mengajar,..., h. 31
15
praktek secara lebih dini dan dapat peluang untuk memperbaiki dan
menyempurnakannya.
Langkah selanjutnya dari metode ini adalah realisasinya yaitu saat
guru memperagakan atau mempertunjukkan suatu proses atau cara
melakukan sesuatu sesuai materi yang diajarkan. Kemudian siswa disuruh
untuk mengikuti atau mempertunjukkan kembali apa yang telah dilakukan
guru. Dengan demikian unsur-unsur manusiawi siswa dapat dilibatkan
baik emosi, intelegensi, tingkah laku serta indera mereka, pengalaman
langsung itu memperjelas pengertian yang ditangkapnya dan memperkuat
daya ingatnya mengetahui apa yang dipelajarinya.
Untuk mengetahui sejauhmana hasil yang dicapai dari penggunaan
metode demonstrasi tersebut diadakan evaluasi dengan cara menyuruh
murid mendemonstrasikan apa yang telah didemonstrasikan atau
dipraktekkan guru.
Pada hakikatnya, semua metode itu baik. Tidak ada yang paling
baik dan paling efektif, karena hal itu tergantung kepada penempatan dan
penggunaan metode terhadap materi yang sedang dibahas. Yang paling
penting, guru mengetahui kelebihan dan kekurangan metode-metode
tersebut.
Metode demonstrasi ini tepat digunakan apabila bertujuan untuk:
“Memberikan keterampilan tertentu, memudahkan berbagai jenis
penjelasan sebab penggunaan bahasa lebih terbatas, menghindari
verbalisme, membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu
proses dengan penuh perhatian sebab lebih menarik”25.
____________________
25
Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya: Usaha Nasional), 1983,
h. 94-95
16
3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi Dalam Proses
Belajar Mengajar
Penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar-mengajar
memiliki arti penting. Banyak keuntungan psikologis-pedagogis yang
dapat diraih dengan menggunakan metode demonstrasi, antara lain:
1) Perhatian siswa lebih dipusatkan.
2) Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
3) Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat
dalam diri siswa. 26
Kekurangan metode demonstrasi :
1) Dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi memerlukan waktu dan
persiapan yang matang, sehingga memerlukan waktu yang bayak.
2) Demonstrasi dalam pelaksanaannya banyak menyita biaya dan
tenaga (jika memakai alat yang mahal).
3) Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas.
4) Metode demonstrasi menjadi tidak efektif jika siswa tidak turut aktif
dan suasana gaduh.27
KAJIAN TEORI TENTANG EFEKTIFITAS METODE DEMONSTRASI
PADA PEMBELAJARAN BIDANG STUDI FIQIH DI MTS
A. Metode Pengajaran dan Macam-macamnya
1. Pengertian Metode Pengajaran
Metode berasal dari bahasa Yunani “Greek”, yakni “Metha”,
berarti melalui , dan “Hadas” artinya cara, jalan, alat atau gaya. Dengan
kata lain, metode artinya “jalan atau cara yang harus ditempuh untuk
mencapai tujuan tertentu”.1
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, susunan W.J.S.
Poerwadarminta, bahwa “metode adalah cara yang teratur dan berpikir
baik-baik untuk mencapai suatu maksud”.2 Sedangkan dalam Kamus
Bahasa Indonesia Kontemporer pengertian metode adalah “ cara kerja
yang sistematis untuk mempermudah sesuatu kegiatan dalam mencapai
maksudnya”.3 Dalam metodologi pengajaran agama Islam pengertian
metode adalah suatu cara “seni” dalam mengajar.4
____________________
1
H. Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Buna Aksara), 1987, h. 97.
2
W. J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka),
1986, h. 649.
3
Peter Salim, et-al, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Modern English),
1991, h. 1126.
4
Ramayulis, Metodologi Pengaaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulya), 2001, cet.
ke-3, h. 107
7 8
Sedangkan secara terminologi atau istilah, menurut Mulyanto
Sumardi, bahwa “metode adalah rencana menyeluruh yang berhubungan
dengan penyajian materi pelajaran secara teratur dan tidak saling
bertentangan dan didasarkan atas approach”.5 Selanjutnya H. Muzayyin
Arifin mengatakan bahwa “metode adalah salah satu alat atau cara untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.6
Dari beberapa pengertian tersebut di atas jelaslah bahwa metode
merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan, maka
diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Perumusan tujuan yang
sejelas-jelasnya merupakan persyaratan terpenting sebelum seorang guru
menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat.
Untuk mencapai hasil yang diharapkan, hendaknya guru dalam
menerapkan metode terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi yang
paling tepat untuk dapat diterapkannya suatu metode tertentu, agar dalam
situasi dan kondisi tersebut dapat tercapai hasil proses pembelajaran dan
membawa peserta didik ke arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Untuk itu dalam memilih metode yang baik guru harus memperhatikan
tujuh hal di bawah ini:
a. Sifat dari pelajaran.
b. Alat-alat yang tersedia.
c. Besar atau kecilnya kelas.
d. Tempat dan lingkungan.
e. Kesanggupan guru
f. Banyak atau sedikitnya materi
Tujuan mata pelajaran.7
g.
Pengertian pengajaran itu sendiri dapat ditinjau dari segi bahasa
dan istilah. Secara bahasa kata pengajaran adalah bentuk kata kejadian dari
____________________
5
Mulyanto Sumardi, Pengajaran Bahasa Asing, (Jakarta: Bulan Bintang), 1997, h. 12.
6
H. Muzayyin Arifin, Kapita Selekta Umum dan Agama, (Semarang: PT. CV. Toha
Putera), 1987, h. 90.
7
Roestiyah N.K., Didaktik Metodik, (Jakarta: Bina Aksara), 1989, cet. ke-3, h. 68.
9
dasar ajar dengan mendapat konfiks pen-an yang berarti “barang apa yang
dikatakan orang supaya diketahui dan dituruti”8 Menurut Ramayulis
pengajaran berasal dari kata “ajar” di tambah awalan “pe” dan akhiran
“an” sehingga menjadi kata “pengajaran” yang berarti proses penyajian
atau bahan pelajaran yang disajikan.9 Sedangkan menurut Hasan
Langgulung, bahwa pengajaran adalah pemindahan pengutahuan dari
seseorang yang mempunyai pengetahuan kepada orang lain yang belum
mengetahui.10
Dari pengertian di atas, terdapat unsur-unsur subtansial kegiatan
pengajaran yang meliputi:
1. “Pengajaran adalah upaya pemindahan pengetahuan
2. Pemindahan pengetahuan dilakukan oleh seseorang yang
mempunyai pengetahuan (pengajar) kepada orang lain yang
belum mengetahui (pelajar) melalui suatu proses belajar
mengajar”.11
Proses pengajaran yang dilakukan mengacu pada tiga aspek, yaitu
“penguasaan sejumlah pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu sesuai
dengan isi proses belajar mengajar tersebut”.12
Jadi pengajaran secara bahasa yaitu hal apa yang dikatakan orang
supaya diketahui. Sedangkan secara istilah para ahli pendidikan berbeda
pendapat dalam memberikan definisi tentang pengajaran. Ada yang
mengatakan bahwa pengertian antara pengajaran dan pendidikan itu sama,
____________________
8
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka),
1986, h. 649
9
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam,..., h. 108
10
Hasan Langgulung, Pendidikan dan Peradaban Islam, (Jakarta: Pustaka Al-Husna),
1983, h. 3.
11
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam,..., h. 72
12
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam,..., h. 73
10
dan ada pula yang mengatakan bahwa antara pengajaran dan pendidikan
itu berbeda.
Menurut H. B. Hamdani, bahwa pendidikan dalam arti umum
mencakup segala usaha dan perbuatan dari suatu generasi yang tua untuk
mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta
keterampilannya kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya
dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain,
pendidikan bertujuan agar menggunakan segala kemampuan yang ada
padanya, baik fisik, intelektual, emosional, maupun psikomotornya untuk
menghadapi tantangan hidup dan mengatasi kesulitan-kesulitan dan
hambatan-hambatan sepanjang perjalanan hidup.13
Dengan demikian pendidikan adalah sebagai bimbingan terhadap
perkembangan jasmani dan rohani anak menuju kedewasaan.
Selanjutnya Sidi Gazabla menjelaskan tentang perbedaan antara
pengajaran dan pendidikan. Adapun yang dimaksud dengan pengajaran
adalah cara mengajar, jalan mengajar yakni memberikan pelajaran berupa
pengetaahuan. Pengajaran yang diberikan secara sistematis dan metodis,
mengajar adalah membentuk menusia terpelajar. Sedangkan pendidikan
adalah menanamkan laku dan perbuatan terus menerus berulangkali terus
menerus sehingga menjadi kebutuhan.14
Walaupun Sidi Gazabla membedakan antara pengajaran dan
pendidikan, pada hakikatnya pengajaran mempunyai persamaan dengan
pendidikan, yakni pengajaran sesungguhnya juga menanamkan,
membentuk kebiasaan yaitu kebiasaan berfikir menurut cara tertentu. Dari
kebiasaan berfikir kemudian menjadi adat, adat membentuk sifat-sifat
tertentu dalam berfikir, sifat ini merupakan tabiat rohaniah, karena
merupakan sebagian dari kepribadian. Dilihat dari segi ini pengajaran
adalah juga pendidikan, tetapi tidak dapat dikatakan pendidikan adalah
pengajaran, sebab pendidikan lebih luas isinya dari pengajaran. Seperti
sapi dan hewan, sapi adalah hewan, tetapi hewan bukanlah sapi saja.
Berarti pengajaran adalah pendidikan, tetapi pendidikan bukan pengajaran
____________________
13
H.B. Hamdani, Filsafat Pendidikan ̧ (Yogyakarta: Kota Kembang), 1987, h. 8.
14
Sidi Gazabla, Pendidikan Umat Islam, (Jakarta: PT. Bharata), 1970, h. 18-20.
11
saja. Jadi objek pengajaran adalah pikiran sedangkan sasaran pendidikan
adalah perasaan.
Dari uraian tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa metode
pengajaran adalah suatu usaha atau cara yang dilakukan oleh guru
(pendidik) dalam menyampaikan mareri pelajaran kepada siswa yang
bertujuan agar murid dapat menerima dan menanggapi serta mencerna
pelajaran dengan mudah secara efektif dan efisien, sehingga apa yang
menjadi tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan baik.
2. Macam-macam Metode Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Agar psoses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan
mencapai sasaran, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan
adalah menentukan cara mengajarkan bahan pelajaran kepada siswa
dengan memperhatikan tingkat kelas, umur, dan lingkungannya tanpa
mengabaikan faktor-faktor lain.
Banyak metode yang digunakan dalam mengajar. Untuk memilih
metode-metode mana yang tepat digunakan dalam menyampaikan materi
pelajaran, terlebih dahulu penulis akan menyebutkan macam-macam
metode pengajaran.
Menurut Nana Sujana, “metode-metode yang digunakan dalam
pengajaran yaitu: Metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas
dan resitasi, kerja kelompok, demonstrasi dan eksperimen, sosio drama,
problem solving, sistem regu, latihan, karyawisata, survey masyarakat dan
simulasi”.15
Berdasarkan pendapat ahli pendidikan, maka sesuai dengan judul
penelitian, dalam hal ini penulis hanya akan menjelaskan lebih rinci
macam metode yakni metode demonstrasi; yang meliputi pengertian
metode demonstrasi, langkah-langkah metode demonstrasi, kebaikan dan
kelemahan metode demonstrasi serta cara mengatasi kelemahannya.
____________________
15
Nana Sujana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru
Algesindo), 1986, cet. ke-3. h. 77-89. 12
B. Metode Demonstrasi
1. Pengertian Metode Demonstrasi
Beberapa pengertian metode menurut para ahli, salah satunya
adalah menurut Muhibbin Syah dalam bukunya “Psikologi Pendidikan
dengan Pendekatan Baru”,adalah bahwa:“Metode secara harfiah berarti
‘cara’. Dalam pemakian yang umum, metode diartikan sebagai cara
melakukan sesuatu kegiatan atau cara-cara melakukan kegiatan dengan
menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis”.16
Dan menurut Muzayyin Arifin, “Pengertian metode adalah cara,
bukan langkah atau prosedur. Kata prosedur lebih bersifat teknis
administrative atau taksonomis. Seolah-olah mendidik atau mengajar
hanya diartikan cara mengandung implikasi mempengaruhi. Maka saling
ketergantungan antara pendidik dan anak didik di dalam proses
kebersamaan menuju kearah tujuan tertentu.17
Menurut W.J.S Poerwadarminta, “Metode adalah ‘cara’ yang telah
teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud”.18
Kesimpulan dari pengertian-pengertian di atas yaitu bahwa metode
secara umum adalah cara yang tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu
hal, seperti menyampaikan mata pelajaran.
Sedangkan pengertian metode demonstrasi menurut Muhibbin
Syah adalah “Metode mengajar dengan cara memperagakan barang,
kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung
maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan
pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan”.19
____________________
16
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 1995), h. 201
H. Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, ... , h. 100-101.
17
W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, ... , h. 649.
18
19
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru,..., h. 208.
13
Dalam kamus Inggris-Indonesia, demonstrasi yaitu
“mempertunjuk-kan atau mempertontonkan”. 20
“Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan
peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan
bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Dengan menggunakan
metode demonstrasi, guru atau murid memperlihatkan kepada seluruh
anggota kelas mengenai suatu proses, misalnya bagaimana cara sholat
yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW”.21
Menurut Aminuddin Rasyad, “Metode demonstrasi adalah cara
pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan
sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas”.22
Dari uraian dan definisi di atas, dapat dipahami bahwa metode
demonstrasi adalah dimana seorang guru memperagakan langsung suatu
hal yang kemudian diikuti oleh murid sehingga ilmu atau keterampilan
yang didemonstrasikan lebih bermakna dalam ingatan masing-masing
murid.
Semenjak zaman Nabi Muhammad SAW, bahkan semenjak awal
sejarah kehidupan manusia, penggunaan metode demonstrasi dalam
pendidikan sudah ada. Contohnya pada waktu itu Nabi, seorang pendidik
yang agung, banyak menggunakan metode demonstrasi perilaku
keseharian sebagai seorang muslim, maupun praktek ibadah seperti
mengajarkan cara sholat, wudhu dan lain-lain. Semua cara tersebut
dipraktekkan atau ditunjukkan oleh Nabi, lalu kemudian para umat
mengikutinya.
____________________
20
Jhon M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: PT.
Gramedia), 1984, h. 178.
21
Zakiah Darajat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara),
1995, h.296.
22
Aminuddin Rasyad, Metode Pembelajaran Pendidikan Agama, (Jakarta: Bumi aksara),
2002, h. 8.
14
2. Langkah-langkah Dalam Mengaplikasikan Metode Demonstrasi
Untuk melaksanakan metode demonstrasi yang baik atau efektif,
ada beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan oleh guru, yang
terdiri dari “perencanaan, uji coba dan pelaksanaan oleh guru lalu diikuti
oleh murid dan diakhiri dengan adanya evaluasi”.23
Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang
diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.
2) Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu
wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling
efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
3) Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan
mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan
demonstrasi tidak gagal.
4) Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan
jelas.
5) Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan
dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba
terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
6) Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu
untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan-
pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
7) Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan:
- Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
- Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap
siswa dapat melihat dengan jelas.
- Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan
seperlunya.
8) Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu
diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa
mencoba melakukan demonstrasi.24
Setelah perencanaan-perencanaan telah tersusun sebaiknya
diadakan uji coba terlebih dahulu agar penerapannya dapat dilaksanakan
dengan efektif dan tercapai tujuan belajar mengajar yang telah ditentukan
dengan mengadakan uji coba dapat diketahui kekurangan dan kesalahan
____________________
23
J.J Hasibuan dan Mujiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Rosdakarya),
1993, h. 31
24
J.J Hasibuan dan Mujiono, Proses Belajar Mengajar,..., h. 31
15
praktek secara lebih dini dan dapat peluang untuk memperbaiki dan
menyempurnakannya.
Langkah selanjutnya dari metode ini adalah realisasinya yaitu saat
guru memperagakan atau mempertunjukkan suatu proses atau cara
melakukan sesuatu sesuai materi yang diajarkan. Kemudian siswa disuruh
untuk mengikuti atau mempertunjukkan kembali apa yang telah dilakukan
guru. Dengan demikian unsur-unsur manusiawi siswa dapat dilibatkan
baik emosi, intelegensi, tingkah laku serta indera mereka, pengalaman
langsung itu memperjelas pengertian yang ditangkapnya dan memperkuat
daya ingatnya mengetahui apa yang dipelajarinya.
Untuk mengetahui sejauhmana hasil yang dicapai dari penggunaan
metode demonstrasi tersebut diadakan evaluasi dengan cara menyuruh
murid mendemonstrasikan apa yang telah didemonstrasikan atau
dipraktekkan guru.
Pada hakikatnya, semua metode itu baik. Tidak ada yang paling
baik dan paling efektif, karena hal itu tergantung kepada penempatan dan
penggunaan metode terhadap materi yang sedang dibahas. Yang paling
penting, guru mengetahui kelebihan dan kekurangan metode-metode
tersebut.
Metode demonstrasi ini tepat digunakan apabila bertujuan untuk:
“Memberikan keterampilan tertentu, memudahkan berbagai jenis
penjelasan sebab penggunaan bahasa lebih terbatas, menghindari
verbalisme, membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu
proses dengan penuh perhatian sebab lebih menarik”25.
____________________
25
Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya: Usaha Nasional), 1983,
h. 94-95
16
3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi Dalam Proses
Belajar Mengajar
Penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar-mengajar
memiliki arti penting. Banyak keuntungan psikologis-pedagogis yang
dapat diraih dengan menggunakan metode demonstrasi, antara lain:
1) Perhatian siswa lebih dipusatkan.
2) Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
3) Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat
dalam diri siswa. 26
Kekurangan metode demonstrasi :
1) Dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi memerlukan waktu dan
persiapan yang matang, sehingga memerlukan waktu yang bayak.
2) Demonstrasi dalam pelaksanaannya banyak menyita biaya dan
tenaga (jika memakai alat yang mahal).
3) Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas.
4) Metode demonstrasi menjadi tidak efektif jika siswa tidak turut aktif
dan suasana gaduh.27
06.37 |
Category: |
0
komentar


Comments (0)