BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Untuk menyatakan suatu preposisi kepada preposisi lain yang semakna serta menguji kesamaan dari beberapa prpsisi yang kita hadapai kita perlu mengetahui proses penyimpulan edukasi, melalui teknik konversi, obversi kontra posisi dan inversi. Pada pembahasan makalah ini, kami membahas materi tentang konversi atau disebut juga dengan ’Aks.


























BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Al-Aks atau Konversi

‘Aks secara lughawi, mempunyai arti balik, sebaliknya atau membalikkan. Dalam terminologi Ilmu Mantiq, ‘aks adalah menjadikan bagian pertama dari qadhiyah pertama menjadi bagian kedua pada qadhiyah kedua, dan bagian kedua pada qadhiyah kedua menjadi bagian pertama pada qadhiyah pertama. Dalam terminologi Ilmu Mantiq, mustawi adalah setelah dua qadhiyah dibalik, pengertiannya tidak berubah.

Definisi ‘Aks Mustawiy:

العكس للستوى تبديل طرفى القضية مع الصدق والكيف

Aks mustawiy adalah menggantikan posisi Maudhu’ dan Mahmul qadhiyah dengan tetap terpelihara aspek “kebenaran” serta aspek “positif” dan “negatif”. Dalam istilah logika, ‘Aks disebut juga dengan konversi. Konversi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada proposisi lain yang semakna dengan menukar kedudukan subjek dan prediket pernyataan aslinya. Subjek pernyataan pertama menjadi prediket dan prediketnya menjadi subjek pada proposisi yang baru.

Contoh:
- Tidak satupun mahasiswa adalah buta huruf.
- Tidak satupun yang buta huruf adalah mahasiswa.
Pernyataan asli disebut konvertend (ashl). Sedangkan pernyataan baru yang dihasilkan disebut konverse (’aks). Pengungkapan kembali melalui proses konversi memang mudah. Tetapi kita harus waspada karena tidak selamanya dengan pembalikan akan didapat proposisi yang benar. Jika Salibah juz’iyyah, maka ’aks-nya tidak bisa dibut sebab akan salah.
Contoh: قدلايكون اذا كان هذا معدنا كان ذهبا
Seperti halnya untuk Qadhiyah Syarthiyah Munfasilah tidak terdapat ’aks-nya, sebab dalam Qadhiyah Syarthiyah Munfasilah tidak terdapat keteraturan alamiah (tertib thabi’i); yang ada padanya adalah keteraturan penempatan yang tidak mungkin untuk dibuat aks-nya (tertib wadh’i).
B. Contoh Kalimat Konversi
Agar dapat konverse yang benar perlu diperhatikan patokan berikut;
Aks Mustawiy pada Qadiyah Hamliyah
1. Pernyataan A harus dikonversikan menjadi I (Jika Mujabah kulliyah, aks-nya mujabah juzhiyah)
Contoh:
- Semua batuan adalah benda keras (ashl)
- Sebagian benda keras itu benda (‘aks)

- Semua mahasiswa terdidik (ashl)
- Sebagian yang terdidik adalah mahasiswa (‘aks)

2. Pernyataan bentuk I dikonversikan menjadi I juga ( Jika Mujabah juzhiyah, aks-nya mujabah juzhiyah)
Contoh:
- Sebagian orang Indonesia itu dokter (ashl)
- Sebagian dokter itu orang Indonesia

- Sebagian cendekiawan boros (ashl)
- Sebagian orang yang boros adalah cendekiawan (‘aks)

3. Pernyataan E konversinya bentuk E juga ( Jika salibah kulliyah, aks-nya salibah kulliyah) Contoh:
- Tidak satu pun orang yang sukses ádalah malas (ashl)
- Tidak satu pun orang yang malas adalah sukses (‘aks)

- Tidak satu pun hewan itu ketawa (ashl)
- Tidak satupun yang ketawa itu hewan (‘aks)

4. Pernyataan O tidak dapat dikonversikan jika salibah juzhiyah, maka aks-nya tidak ada / salah)
Contoh:
- Sebagian manusia bukan guru
- Sebagian guru bukan manusia (salah)

`Aks Mstawiy pada Qadiyah Syartiyan Muttashilah

1. Jika Mujabah juzhiyah, aks-nya mujabah juzhiyah
- Manakala realitas itu tumbuh berkembang, mereka mesti membutuhkan makanan (ashl)
- Terkadang terjadi jika realitas itu membuthkan makanan, mesti maka yang tumbuh berkembang (`aks)

- Manakala api itu ada, maka panas pun ada (ashl)
- Terkadang terjadi, jika panas itu ada, maka api pun ada (`aks)

- Terkadang terjadi, jika orang itu ada dirumah, maka ia tidur (ashl).
- Terkadang terjadi, jika orang itu tidur, maka ia berada di rumah (`aks).

- Terkadang terjadi, jika mahasiswa bersungguh sungguh, ia luolus dalam ujian (ashl).
- Terkadang terjadi, jika mahasiswa lulus dalam ujian, ia bersungguh sungguh (`aks).

2. Jika salibah kulliyah, aks-nya salibah kulliyah
- Tidak sama sekali, jika manusia itu beradab, ia biadab (ashl).
- Tidak sama sekali, jika orang itu biadab, ia beradab (`aks).

3. Jika salibah kuliyah , maka aksnya tidak bisa di buat sebab akan salah.
Dalam pada itu, untuk Qadiyah Syarthiyah Munfashilah tidak terdapat aks-nya, sebab dalam Qadiyah Syarthiyah Munfashilah, tidak terdapat keteraturan alamiah (tartib tabi'i), yang ada padanya keteraturan penempatan yang tidak mungkin unuk dibuat aks-nya







BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
‘Aks secara lughawi, mempunyai arti balik, sebaliknya atau membalikkan. Dalam istilah logika, ‘Aks disebut juga dengan konversi. Konversi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada proposisi lain yang semakna dengan menukar kedudukan subjek dan prediket pernyataan aslinya.
`Aks Mustawiy bisa di tempatkan dalam qadiyah Hamliyah dan Qadiyah Syarthiyah Muttashilah.
























DAFTAR PUSTAKA

Baihaqi A.K., “Ilmu Mantiq Teknik Dasar Berpikir Logika”, 1998. Jakarta: Darul Ulum Pres.

Mundiri., “Logika”. 2000, Jakarta: Rajawali Pers.

Sambas, Syukriadi., “Mantik Kaidah Berpikir Islam”, 2005. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

























MAKALAH
ILMU MANTIQ
AK'S

Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Ilmu Mantiq
Dosen Pengampu : Moh . Fateh












Disusun Oleh:
1.Mardiyah (202109192)
2.Janan Pamungkas (202109195)
3.Siti Solechatina (202109090)
4.Mudhawamah (202109179)




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2009/2010

Comments (0)